Senin, 24 Oktober 2022

Routing Static

Routing static adalah jenis routing yang dilakukan admin/pengelola jaringan untuk mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang dituju secara manual. Ciri-ciri routing statis adalah sebagai berikut:


  • jalur spesifik ditentukan oleh admin jaringan
  • pengisian tabel routing dilakukan secara manual oleh admin jaringan
  • biasanya digunakan untuk jaringan berskala kecil


Ada beberapa parameter yang ada pada routing, yakni:


  • Destination, adalah alat tujuan dan network mask dan biasanya diisi dengan 0.0.0.0/0 untuk semua jaringan
  • Gateway adalah datagram yang dapat dicapai melalui antarmuka
  • Pref. Source adalah alamat tujuan paket dan meninggalkan roter melalui alamat IP
  • Distance (0-255) adalah jarak administrator jaringan dari router
  • ip route = perintah untuk membuat routing static
  • next hop address = alamat dari router yang meghubungkan antar router/ router tujuan.

Keuntungan menggunakan Routing static


  • Meringankan kinerja processor router
  • Tidak ada bandwidth yang diguanakn untuk pertukaran informasi dari tabel isi routing pada saat pengiriman paket
  • Routing statis lebih aman dibandingkan routing dinamis
  • Routing Statis kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof dengan tujuan membajak traffik

Kerugian Menggunakan routing static


  • Administrator jaringan harus mengetahui semua informasi dari masing-masing router yang digunakan
  • Hanya dapat digunakan untuk jaringan berskala kecil
  • Admisnistrasinya cukup rumit dibanding routing dinamis, terlebih jika banyak router yang harus dikonfigurasi secara manual
  • Rentan terhadap kesalahan saat entri data routing statis yang dilakukan secara manual.

Ciri- ciri routing static adalah sebagai berikut :
  •  Jalur yang dilalui spesifik yang dibuat oleh administrator
  •  Pengisian tabel routing dilakukan secara manual oleh administrator
  •  Biasanya digunakan untuk skala kecil
Tabel Routing

Tabel routing (routing table) terdiri atas entri-entri rute dan setiap entri rute terdiri dari IP
Address. Berikut adalah field dari tabel routing IPv4.
1. Destination
Dapat berupa alamat IPv4 atau prefix alamat
IPv4. Dalam Windows, kolom ini dinamakan
Network Destination dalam display perintah
route print.

2. Network Mask
Subnet mask digunakan untuk menyesuaikan
tujuan alamat IPv4 dari nilai paket yang
dikirim dari field destination. Pada windows,
kolom ini dinamakan Netmask.

3. Next-Hop
Alamat IPv4 yang dilewati. Pada tabel router
di Windows, kolom ini dinamakan Gateway.

4. Interface
Interface jaringan yang digunakan untuk
mengirim kembali paket IPv4. Dalam
Windows, kolom ini berisi alamat IPv4 yang
ditugaskan sebagai interface.

5. Metric
Merupakan angka yang digunakan sebagai
indikasi penggunaan route sehingga menjadi
route yang terbaik di antara banyak route
dengan tujuan yang sama bisa dipilih. Metric
dapat menunjuk pada banyak links di jalan ke
tujuan atau rute yang diinginkan untuk
digunakan, tergantung banyak link.


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda