Jumat, 14 Oktober 2022

Rangkuman

 1.   Routing dan routers   &  Default routes 

Router sebagai perangkat jaringan fisik atau virtual yang dirancang untuk menerima, menganalisis, dan meneruskan paket data antar jaringan komputer.

Fungsinya mentransmisikan paket data dari jaringan internet ke perangkat lain sehingga perangkat yang kamu gunakan bisa terhubung ke jaringan internet.

Routing adalah proses memilih dan menentukan jalur untuk lalu lintas paket IP di dalam atau di antara jaringan serta proses mengelola lalu lintas jaringan secara keseluruhan.

Fungsinya mengelola lalu lintas antara jaringan tertentu dengan meneruskan/menyalurkan paket data ke alamat IP yang diinginkan/tujuannya, dan juga memungkinkan beberapa perangkat untuk menggunakan koneksi Internet yang sama.

Default Route merupakan rute/jalur yang dikonfigurasikan ketika destinasi suatu network tidak diketahui. 

Default route ini menggunakan network 0.0.0.0 sebagai destinasinya. Network 0.0.0.0 itu bisa mencakup semua network yang tidak ada di routing table.

Kelebihan

Tidak memerlukan waktu yang lama untuk pemrosesan rute ketika dikirim ke router lawan.

Tidak memaksakan bandwidth pada router sehingga kinerja router tidak terganggu oleh routing yang dilakukan.

Memfasilitasi penugasan jaringan dan memberikan lebih banyak keamanan. Karena perutean statis ini dibuat secara manual, kami dapat mengatur siapa yang kami hubungkan.

Kekurangan

Routing ini membutuhkan tingkat perhatian yang lebih tinggi dalam pengaturan. Untuk alasan ini, administrator harus memiliki desain yang jelas atau topologi yang jelas sebelum menyesuaikan.

Jika ada pengguna atau perangkat baru, pengaturan tambahan akan diperlukan lagi secara manual. Tentu saja, ini akan memakan waktu lama, karena mereka perlu menambahkan pengaturan ke router yang ada.


2.   Protokol routing   &  Prinsip dan cara kerja routing

Routing Protocol adalah suatu aturan yang mempertukarkan indormasi routing yang akan membentuk sebuah tabel routing, sehingga pengalaman pada paket data yang dikirim menjadi lebih jelas.

Memiliki 2 jenis Routing yaitu, Static routing rute yang dibuat secara manual oleh administrator kedalam konfigurasi router untuk mendefinisikan lewat interfaces mana oaket data akan dilewatkan. Dynamic Routing Routing ynag bekerja secara dinamis dan otomatis oleh suatu software routing yang berjalan pada router. Dinamakan dynamic routing karena router akan dapat menentukan secara otomatis lewat mana suatu paket dengan sebuah tujuan akan dikirimkan

Kelebihan Static Routing

Meringankan kinerja processor router.
Routing statis lebih aman dibanding routing dinamis.
Pengiriman paket data lebih cepat karena jalur atau rute sudah di ketahui terlebih dahulu.

Kekurangan Static Routing

Hanya dapat digunakan unutk jaringan berskala kecil.
Administrator jaringan harus mengetahui semua informasi dari maisng-masing router yang digunakan.
Semakin besar topologi makna akan semakin rumit karena konfigurasi router dilakukan dengan manual. 

Kelebihan Dynamic Routing

waktu yang digunakan dalam konfigurasi tiap router tergolong cepat.
Lebih sedikit kemungkinan kesalahan input command saat konfigurasi router.
Sangan mendukung untuk jaringan berskala besar.

Kekurangan Dynamic Routing

Membutuhkan resource memori dan CPU yang lebih bedar dibandingkan dengan static routing.
Membutuhkan kemampuan yang lebih dalam untuk konfigurasi, pengujian, serta troubleshoot routing.
Kecepatan pengenalan dan kelengkapan IP Table cukup lama.

Prinsip dan Cara kerja

Protokol routing berguna untuk menemukan rute terbaik dalam mencari sebuah alamat dengan pertukaran informasi snatar router.

Cara kerja Prokotol Routing

- Host mendengar pada alamt beroadcast jika ada update routing dari gateway.
- Host akan memeriksa terlebih dahulu routing table loka jika menerima update routing.
- Default, RIP (Routing Information Protocol) Mengupdate data setiap 30 detik.
- Jika rute belum ada, informasi segera dimasukkan ke routing table.
Jika rute sudah ada , metric yang terkecil akan diambil sebagai acuan. Metric mewakili seberapa bagus rute/jalur menurut perspective router, dengan semakin kecil matric semakin bagus jalan tersebut.
- Rute melalui suatu gateway akan dihapus jika tidak ada update dari gateway tersebut dalam waktu tertentu.
- Khusus untuk gateway, RIP akan mengirimkan update routing pada alamat broadcast di setiap network yang terhubung.


3.   Routing dan packet forwarding  

Routing adalah proses pengiriman data dari satu host dalam satu network ke host dalam network yang lain melalui suatu router. Agar router dapat mengetahui bagaimana meneruskan paket paket ke alamat yang dituju dengan mengunakan jalur terbaik, router menggunakan peta atau tabel routing.

Routing sangat penting untuk dipelajari karena berguna untuk mengetahui dasar jaringan. Dengan mempelajari routing, Anda bisa mengkonfigurasikan 2 buah router atau lebih agar bisa saling terhubung dan mengirim pesan ping antar satu dengan lainnya. Jadi bisa dibilang Routing sangat berguna fungsinya untuk komputer saat ini. Dengan proses routing sebuah komputer bisa menyampaikan pesan dan mengirim data secara tepat ke komputer lain yang jauh jaraknya.

Cara kerja

 terdapat 2 buah network yang terhubung dengan sebuah router. Network sebelah kiri yang terhubung ke port 1 router mempunyai alamat network 192.168.1.0 dan network sebelah kanan terhubung ke port 2 dari router dengan network address 192.155.2.0

Komputer A mengirim data ke komputer C, maka router tidak akan meneruskan data tersebut ke network lain.

Begitu pula ketika komputer F mengirim data ke E, router tidak akan meneruskan paket data ke network lain.

Barulah ketika komputer F mengirimkan data ke komputer B, maka router akan menruskan paket data tersebut ke komputer B.

Layaknya Penumpang adalah paket data yang harus naik kereta ke stasiun-stasiun tertentu untuk sampai ke tujuan akhir.Ketika sebuah router mendapatkan paket, perangkat ini langsung mengecek ke mana tujuan akhirnya.

Lalu, router mulai menentukan jalan yang harus ditempuh untuk koneksi yang terbaik.

Kelebihan Routing

  • Tidak memerlukan waktu yang lama untuk pemrosesan rute ketika dikirim ke router lawan.
  • Tidak memaksakan bandwidth pada router sehingga kinerja router tidak terganggu oleh routing yang dilakukan.
  • Memfasilitasi penugasan jaringan dan memberikan lebih banyak keamanan. Karena perutean statis ini dibuat secara manual, kami dapat mengatur siapa yang kami hubungkan.
Kekurangan Routing
  • Routing statis ini membutuhkan tingkat perhatian yang lebih tinggi dalam pengaturan. Untuk alasan ini, administrator harus memiliki desain yang jelas atau topologi yang jelas sebelum menyesuaikan.
  • Jika ada pengguna atau perangkat baru, pengaturan tambahan akan diperlukan lagi secara manual. Tentu saja, ini akan memakan waktu lama, karena mereka perlu menambahkan pengaturan ke router yang ada.
  • Seperti yang saya katakan sebelumnya, peraturan statis ini membutuhkan lebih banyak perhatian. Oleh karena itu, peraturan ini tidak cocok untuk jaringan besar.
Packet Forwarding

Packet forwardig adalah penyampaian paket-paket dari satu segmen jaringan ke yang lain dengan simpul-simpul dalam jaringan komputer. Lapisan jaringan dalam model OSI bertanggung jawab untuk penerusan paket.

Singkatnya, packet forwarding adalah proses memancarkan atau menyiarkan jaringan ke segmen-segmen jaringan komputer.

Packet Forwarding berfungsi membuka akses terhadap perangkat pada jaringan lokal untuk bisa diakses dari internet.

Cara Kerja

Dalam prakteknya, paket data tidak diteruskan ke mana-mana pada jaringan, namun hanya untuk perangkat dalam domain broadcast, membuat siaran menjadi relatif. Kurang umum daripada penyiaran, tapi mungkin utilitas dan signifikansi teoritis yang lebih besar, multicasting, di mana sebuah paket diseleksi secara selektif dan salinan dikirimkan ke masing-masing kumpulan penerima.

Kelebihan Packet Forwarding

  • Siaran menjadi relatif karena paket data tidak diteruskan kemana-mana melainkan hanya dalam broadcast saja
  • Paket diseleksi secara selektif dan salinan dikirimkan ke masing-masing kumpulan penerima
Kekurangan Packet Forwarding
  • Kurang umum daripada penyiaran
  • Ketika kita berbeda domain broadcast otomatis kita tidak akan mendapatkan paket data yang diteruskan
4. Distance vector , Metric  & Link state
Adalah proses routing berdasarkan arah dan jaraknya. Disini router gak perlu mengetahui arah atau vektor untuk mengirim paket. Teknik ini biasanya untuk menentukan arah (vektor) dan jarak (hop count) ke jaringan apapun di internetwork

Ciri-ciri
- TIdak mudah diimplementasikan pada network berskala bersar.
- Menggunakan algoritma Bellman dan Ford
- Perubahan topologi network biasanya akan direspon oleh protokol secara lambat. istilahnya adalah slow converge
- Merupakan classful routing protokol, artinya tidak mendukung variabel length subnet mask (VLSM) dna Classless Inter Domain Routing  (CIDR)
- Distance (Jarak) untuk mencapai tujuan akhir. ini dapat ditemukan berdasarkan cost yang ditemukan dari jumlah host (hitungan hop) yang dilalui rute atau jumlah total perhitungan metric pada rute tersebut.
- Vector merupakan arah traffic. Ketika data akan di-foward ke tujuan maka data tersebut pasti akna melalui network interfaces agar dapat mencapai tujuan. 

Memiliki 2 protokol yaitu, RIP (Routing Information Protocol) dan BGP (Border Gateway Protocol)

Kelebihan
Mudah Pelaksaannya dan pemeliharanya.
Sumber daya yang dibutuhkan tidak terlalu besar.
Kekurangan
Convergence nya lambat (proses router-router menyetujui rute yang paling optimal untuk meneruskan paket dan untuk melengkapi table routing dari masing2 router tsb.
skala jaringan terbatas.
Memungkinkan terjadinya routing loops.

Cara kerja

setiap router memberikan informasi mengenai keadaan jaringan yang diketahui router tersebut kepada router-router tetangganya setiap selang waktu tertentu. Informasi keadaan jaringan tersebut adalah dalam bentuk distance-vector (vektor jarak), yaitu jumlah hop yang diperlukan untuk mencapai suatu jaringan. Router tetangga tersebut menyimpan dan mengolah informasi keadaan jaringan yang diterimanya dan juga me-nyampaikan informasi yang didengan milikinya ke router- router tetangga yang lain. Hal ini terus berlangsung sampai seluruh router di jaringan mengetahui keadaan jaringan.

Metric 

adalah variable yang diberikan kepada route (jalan) sebagi cara untuk meranking jalur -jalur tersebut dari yang terbaik sampai yang terburuk. 
adalah nilai terukur yang diberikan oleh protokol routing ke rute yang berbeda berdasarkan kegunaan rute tsb

Memiliki 2 jenis yaitu, Hop Count dan Bandwidth 

Link state adalah teknik dimana setiap routet berbagi informasi tentang lingkungannya denagn setiap router lain di internetwork.

Ciri- ciri

dapat menentukan status dan tipe koneksi setiap link
dapat menghasilkan perubahan topologi network dengan cepat.
Cocok diimplementasikan pada network skala besar.
Menggunakan Algoritma Diijkstra.
Dapat mengetahui apakah link sedang up atau down.
Link state dapat memilih rute tercepat.
Merupakan Classless routing protocol

Cara kerja

Tiap router akan mengumpulkan informasi tentang interface, bandwitch, roundtrip dsb. kemudian antar router akan saling menukar informasi, nilai yang paling efisien yang akan diambil sebagai jalur dan di masukkan ke dalam able routing. Dengan menggunakan algoritma pengambilan keputusan Shortest Path First, informasi LSA tersebut akan di atur sedemikian rupa hingga membentuk suatu jalur routing

Link state menggunakan protokol algoritma OSP

Perbedaan Distance vektor dan Link state 

Distance vektor akan memilih rute terdekat, sedangkan link state akan memilih rute sesuai dengan jalurnya

Kecepatan link setiap link sama sedangkan distance vektor dapat bekerja lebih baik di banding link state 

proses kalkulasi link state rumit sedangkan distance cektor tidak rumit

5.   VLSM   &  CIDR  

Notasi CIDR adalah representasi ringkas dari alamat IP dan diasosiakan terhadap awalan perutean.

VLSM adalah teknik yang memungkinkan administrator jaringan unruk membagi ruang alamat IP ke subnet yang berbeda ukuran

6.  Classless & Classfull 

Classfull

Classful tidak mengimpor subnet mask. Dan dalam subnet mask ini juga disediakan setelah update rute. Pada routing classful, subnet mask sama di seluruh, tidak berbeda untuk semua perangkat, kita bisa melihatnya pada gambar yang diberikan. Dalam routing classful, VLSM (Variable Length Subnet Mask) tidak didukung dan juga CIDR (Classless Inter-Domain Routing).

Pada saat address Internet distandarkan (awal 80-an), address Internet dibagi dlm 4 kelas:

Class A : Network prefix 8 bit

Class B : Network prefix 16 bit

Class C : Network prefix 24 bit

Class D : Multicast

Class E : Eksperimen

Classless

Classles mengimpor subnet mask dan dalam hal ini, pembaruan yang dipicu digunakan. Dalam Classless, VLSM (Variable Length Subnet Mask) didukung dan juga CIDR (Classless Inter-Domain Routing). Dalam perutean tanpa kelas, pesan halo digunakan untuk memeriksa status. Pada perutingan classless, subnet mask tidak sama di seluruh, mungkin berbeda untuk semua perangkat.

Rumus

192.168.10.0/27 , apabila ditelusuri, IP tersebut memiliki susunan bit sebagai berikut:


nnnnnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.nnnhhhhh

Total bit = 32

jumlah bit n (network) = 27

jumlah bit h (host) = 5


Rumus untuk mencari jumlah host yang dapat saling terhubung adalah 2 pangkat h-2. pada contoh diatas, IP tersebut memiliki jumlah bit h sebanyak 5. jadi perhitungan jumlah host yang dapat terhubung adalah sebanyak 25-2= 30 buah host. kemudian berikut ini adalah baris IP yang dipakai:

- network IP : 192.168.10.0/27 (IP Address yang menyatakan alamat network)

- 1st IP : 192.168.10.1/27 (IP Address pertama yang dapat digunakan host)

- last IP : 192.168.10.30/27 (IP Address terakhir yang dapat digunakan host)

- Broadcast IP : 192.168.10.31/27 (IP Address untuk menirim paket secara massal)

Cara kerja Classfull

Classful


Pengalamatan classful membagi ruang alamat IPv4 (0.0.0.0-255.255.255.255) menjadi 5 kelas: A, B, C, D, dan E. Namun, hanya A, B, dan C yang digunakan untuk host jaringan. Kelas D, yang mencakup rentang alamat IP 224.0.0.0-239.255.255.255, dicadangkan untuk multicasting, dan kelas E (240.0.0.0-255.255.255.255) dicadangkan untuk "penggunaan di masa mendatang."


Tabel di bawah ini merinci network mask default (subnet mask), rentang alamat IP, jumlah jaringan, dan jumlah alamat per jaringan dari setiap kelas alamat.

Cara kerja Classless

Classless

Pada tingkat tinggi, pengalamatan tanpa kelas bekerja dengan mengizinkan alamat IP untuk diberikan masker jaringan arbitrer tanpa memperhatikan "kelas." Itu berarti /8 (255.0.0.0), /16 (255.255.0.0), dan /24 (255.255.255.0) network mask dapat ditetapkan ke alamat apa pun yang secara tradisional berada di kisaran Kelas A, B, atau C. Selain itu, itu berarti bahwa kita tidak lagi terikat pada /8, /16, dan /24 sebagai satu-satunya pilihan kita, dan di situlah pengalamatan tanpa kelas menjadi sangat menarik.

Kembali ke contoh organisasi kami, jika kami membutuhkan 500 alamat IP, menggunakan kalkulator subnet memberi tahu kami bahwa blok /23 jauh lebih efisien daripada alokasi Kelas B. /23 memberi kita 510 alamat host yang dapat digunakan. Itu berarti dengan beralih ke pengalamatan tanpa kelas, kami menghindari pemborosan lebih dari 65.000 alamat. Demikian pula, jika kita hanya membutuhkan dua host, /30 menyimpan 250 alamat.

perbedaan

Classful

VLSM (Variable Length Subnet Mask) tidak didukung.

Membutuhkan lebih banyak bandwidth.

Pesan hello tidak digunakan.

tidak mengimpor subnet mask.

Address dibagi menjadi tiga bagian yaitu: Network, Subnet dan Host.

Pembaruan reguler atau berkala digunakan.

CIDR (Perutean Antar-Domain Tanpa Kelas) tidak didukung.

Subnet tidak ditampilkan di subnet utama lainnya.

Classless

VLSM (Variable Length Subnet Mask) didukung.

Membutuhkan lebih sedikit bandwidth.

Pesan halo digunakan.

Padahal itu impor subnet mask.

Alamat dibagi menjadi dua bagian yaitu: Subnet dan Host.

Pembaruan yang dipicu digunakan.

CIDR (Perutean Antar-Domain Tanpa Kelas) didukung.

Subnet ditampilkan di subnet utama lainnya.


Kelebihan Classful

tidak perlu menyertakan subnetmask pada update routing

Kekurangan Classful

  • Tidak mendukung vlsm
  • ketidakmampuanuntunk mendukung jaringan discontiguous.
Kelebihan Classless
Mendukung VLSM

Kekurangan Classless
Troubleshoot lebih rumit

7.  Administrative distance & Load balancing

Administartive Distance merupakan suatu fitur yang digunakan oleh router untuk menentukan pemilihan jalur terbaik jika terdapat dua atau lebih jalur menuju ke tujuan yang sama dari dua routing protocol berbeda. Setiap Routing protocol mendapatkan prioritas berdasarkan nilai administrative distance yang dimilikinya

Administrative Distance merupakan kriteria pertama yang digunakan router untuk menentukan routing protocol mana yang akan digunakan jika dua protokol menyediakan informasi routing untuk satu tujuan yang sama. Perlu diingat bahwa administrative distance hanya mempunyai local significant dan tidak melakukan advertise dalam routing update.

load balancing adalah teknik untuk mendistribusikan beban traffic pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang agar traffic dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil wantu tanggap, dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi.

Alasan mengapa kita harus menggunakan load balancing

A. Waktu respons, salah satu manfaat terbesar adalah untuk meningkatkan kecepatan akses website saat dibuka.

B. Redundasi, Melalui load balancing, akan mewarisi sedikit redundasi.

Cara kerja load balancing

- Pengguna meminta akses masuk ke server.

- Load balancer menerima permintaan tersebut dan mendistribusikan lalu lintas tersebut ke beberapa server.

- Jika salah satu server sudah hampir penuh, load balancer akan mengalihkan lalu lintas tersebut ke server lain yang masih tersedia.

Algoritma load balancing

A. Round Robin. algoritma round robin merupakan algoritma yang paling sederhana dan banyak digunakan oleh perangkat load balancing.

B. Ratio, Merupakan sebuah parameter yang diberikan untuk masing-masing server yang akan dimasukkan kedalam sistem load balancing.

C. Fastest, Algortima yang satu ini melakukan pembagian beban dengan mengutamakn server-server yang memiliki respons yang paling cepat.

D. Least connection, Algoritma least connection akan melakukan pembagian beban berdasarkan banyaknya koneksi yang sedang dilayani oleh sebuah server.

Fitur load balancing

A. Asymmetric load, Rasio dapat dibuat dengan menentukan koneksi yang menjadi primary yang dianggap paling baik backbonenya dan terbaik dalam path routingnya.

B. Http caching, Fitur ini dapat menyimpan content yang static.

C. TCP buffering, Fitur ini dapat membuat respons buffer dari server dan berakibat dapat memungkinkan task akses lebih cepat.

D. Kompresi HTTP, Memungkikan data untuk bisa mentransfer objek HTTP dengan dimungkinkannya penggunaan utilisasi kompresi gzip yang berada disemua web browser yang modern.

E. HTTP security, Beberapa system load balancing dapat menyembunyikan HTTP error pages, Menghapus identifikasi header server dari respons HTTP, dan melakukan enkripsi cookies agar user tidak dapat memanipulasinya. 

8.  Routing Static 

Routing statis atau Static Routing adalah proses setting router jaringan menggunakan tabel routing yang dikonfigurasikan secara manual oleh network administrator. Seorang administrator jaringan akan mengisi setiap entri dalam forwarding table di setiap router yang terhubung pada jaringan tersebut. Mereka harus memasukkan atau menghapus rute statis jika adanya perubahan topologi. Konsep routing statis merupakan pengaturan routing paling sederhana dalam jaringan komputer. Maka dari itu, penggunaan routing statis cocok untuk jaringan internet skala kecil.

Routing static sangat berguna untuk menyatukan jaringan yang berbeda subnet sehingga dapat bertukar data dan berkomunikasi secara aman.

Cara kerja static routing dapat dibagi menjadi 3 bagian :
1. Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router.
2. Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing.
3. Routing statis digunakan untuk melewatkan paket data

Kelebihan

Static route kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof paket dynamic routing protocols dengan maksud melakukan konfigurasi router untuk tujuan membajak traffic. 

Pengiriman paket data lebih cepat karena jalur atau rute sudah di ketahui terlebih dahulu 

Deteksi dan isolasi kesalahan pada topologi jaringan lebih mudah.

Kekurangan

Tidak ada tolerasi kesalahan. Jika suatu router down, maka static tidak akan memperbaharui informasi dan tidak akan menginformasikan ke router yang lain. 

Rentan terhadap kesalahan saat entri data static route dengan cara manual. 

Harus tahu semua alamat network yang akan dituju beserta subnet mask dan next hoopnya (gateway nya).

9. Routing Dinamis

Routing dinamis merupakan routing protocol yang digunakan untuk menemukan network serta untuk melakukan update routing table pada router. Routing dinamis ini lebih mudah dilakukan daripada menggunakan routing statis dan default. Meskipun begitu, routing jenis ini terdapat perbedaan dalam pemrosesan data di CPU router dan penggunaan bandwidth dari link jaringan.

Cara kerja

Protokol Routing mengatur tiap Router sehingga dapat berkomunikasi antar Router satu dengan Router lainnya dan saling memberikan informasi dan juga tentunya informasi Routing yang dapat mengubah isi dari routing table. membuat jalur komunikasi data secara otomatis sesuai dengan pengaturan yang dibuat. Jika ada perubahan topologi di dalam jaringan, maka router akan otomatis membuat jalur routing yang baru. Routing dinamis ini berada pada lapisan network layer jaringan komputer dalam TCP/IP Protocol Suites.

Kelebihan 

Cocok digunakan untuk jaringan berskala besar/luas

Jalur ditentukan secara otomatis oleh sistem

Tidak perlu mengetahui semua network yang ada

Kekurangan

Membutuhkan RAM yang lebih besar untuk menentukan jalur terbaik saat terjadi down

Beban CPU Router akan naik seiring dengan table routing yang banyak.

Keamanan jaringan berkurang dibanding routing static

Bandwidth yang dibutuhkan lebih besar

Beban kerja router menjadi lebih berat karena selalu memperbaharui Tabel Routing setiap saat ketika ada perubahan.

Contoh protocol routing dynamic yang sering di digunakan di antaranya OSPF, EIGRP dan BGP yang dimana EIGRP biasanya untuk perangkat cisco.

Protocol routing OSPF(Open Shortest Path First) merupakan teknik routing yang dikembangkan untuk Internet Protocol (IP) yang berdasarkan pemilihan jalur yang dilalui paket data yang terdekat.

EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya di adopsi oleh router cisco EIGRP hanya dapat digunakan pada perangkat Merk CISCO.

BGP (Border Gateway Protocol) merupakan inti dari protokol routing internet yang menjadi backbone dari jaringan internet dunia.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda